1. Ibu berkata, hargai istrimu seperti engkau menghormati ibumu, karena istrimu juga seseorang ibu dari anak-anakmu.
2. Ibu berkata, bila geram bisa tak berikan duit, bisa tak bicara dengan istrimu, namun janganlah berkelahi dengannya (membentaknya, memukulnya).
3. Ibu berkata, diam sajalah bila istrimu sedang geram. Ingatlah saat khalifah Umar bin Khattab dimarahi istrinya. Umar hanya diam saja tanpa ada membantah. Anda dapat pikirkan seseorang Umar yang kuat serta perkasa, bahkan setan juga takut bersua dengannya.
Umar diam karena dia tahu benar begitu beratnya jadi seseorang ibu untuk anak-anaknya. Masa depan anak-anaknya sangatlah bergantung pada istrinya. Bila istrimu geram jadi diam serta dengarkan sajalah
4. Ibu berkata, jantung rumah yaitu seseorang istri. Bila hati istri mu tak bahagia jadi seisi rumah bakal terlihat seperti neraka (tidak ada canda tawa, manja, perhatian). Jadi sayangi istrimu supaya dia bahagia serta engkau bakal terasa seperti di surga.
Ibu berkata, besar atau kecil gajimu, seseorang istri terus mau di perhatikan. Dengan demikian jadi istrimu akan senantiasa menyambutmu pulang dengan kasih sayang.
5. Ibu berkata, 2 orang yg tinggal 1 atap (menikah) tak perlu gengsi, bertingkah, siapa menang siapa kalah. Karena keduanya bukan untuk berlaga tetapi rekan hidup selamanya.
Ibu berkata, di luar banyak wanita dambaan melebihi istrimu. Tetapi mereka mencintaimu atas basic apa yang anda mempunyai saat ini, bukanlah apa yang ada dirimu. Waktu anda temukan saat susah, jadi wanita itu bakal meninggalkanmu serta mempunyai pria dambaan lain dibelakangmu.
6. Ibu berkata, banyak istri yang baik. Namun di luar sana banyak pria yang mau memiliki istri yang baik serta mereka tak memperolehnya. Mereka bakal tawarkan perlindungan pada istrimu. Jadi jangan biarkan istrimu meninggalkan rumah lantaran kesedihan, Karena ia bakal susah sekali untuk kembali
